Like Sampai Jari Patah

Wednesday, 11 September 2013

ADAB MASUK PASAR

1. Memasuki pasar dengan membaca do`a :

لاَاِلَـهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَه ُ لاَ شَرِيْكَ لَـهُ لَـهُ الْمُـلْكُ وَلَـهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيُّ وَلاَ يَمُـوْتُ بِيَـدِهِ

الْخَيْرُ وَهُـوَ عَلَى كُلِّى شَيْءٍ قَـدِيْـرٌ .

2. Dan membaca do`a lainnya :

اَلَّهُـمَّ اِنِّى اَسْـأ َلُكَ خَيْرَ هَذَا االسُّـوْقِ وَخَيْرَ مـَا فِـيْهَـا وَاَعُـوْذُبِـكَ شَرَّهـَا وَشَرَّمـَا فِيْهـَا .

اَلَّـهُمَّ اِنَِّى اَعُـوْذُبِـكَ اَصِيْرَ فِيْـهَـا يَمِيْنـًا فـَاجِرَةً اَوْصَـفْقَـةً خـَاسِرَةً .

3. Masuk pasar dengan menjaga mata dari pandangan yang diharamkan oleh agama (Al-Qur an).

4. Tidak diperbolehkan berteriak-teriak di dalam pasar.(Thabrani)

5. Pasar adalah tempat berkumpulnya syetan maka sebaiknya jangan berlama-lama di dalam pasar.(Dailami)

6. Sepulang dari pasar dianjurkan agar membaca sekurang-kurangnya 10 ayat Al-Qur an.(Thabrani.

7. Barangsiapa yang membaca do`a masuk pasar, maka ia akan mendapat 1000 kebaikan, dihapuskan 1000 kesalahan dan dinaikkan 1000 derjat.

ADAB SALAM DAN IZIN

1. Tidak diperbolehkan melihat ke dalam rumah orang lain sebelum meminta izin kepada pemiliknya.(Bukhari – Muslim)

2. Rasulullah saw memerintahkan agar mencungkil mata orang yang mengintip rumah orang lain tanpa izin.

3. Tidak boleh meminta izin dengan hanya mengatakan,”Bolehkah aku masuk?”, tetapi izin harus dengan mengucapkan :”Assalaamu`alaikum, bolehkah saya masuk?”(Tirmidzi Nasa-I)

4. Batas meinta izin atau memberi salam sampai 3 kali, jika setelah 3 kali ternyata tidak ada jawaban, maka hendaknya kembali (Bukhari, Muslim)

5. Ketika memberi salam / ketika meminta izin untuk memasuki rumah orang lain, sebaiknya memandang ke arah kiri atau kanan pintu, jangan memandang ke arah pintunya.(Bukhari, Muslim, Abu Daud)

6. Jika ditanya oleh pemilikrumah “siapa”, maka disunnahkan agar memberitahu siapa kita dengan jelas, jangan hanya menjawab “saya”. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi,Nasa`I)

7. Diharuskan meminta izin masuk ke tempat wanita ditiga waktu aurat, walaupun keluarga sendiri, anak kecil ataupun pembantu sendiri. (Al-Qur an)

8. Tiga waktu yang mesti meminta izin untuk memasuki kamar orang lain, walaupun keluarga sendiri atau orang tua : sebelum subuh, masa tidur siang dan setelah waktu Isya.

9. Dianjurkan memberi salam kepada yang dikenal ataupun yang belum dikenal (Bukhari, Muslim, Nasa-I).

10. Menyebarkan salam berarti menyebarkan kasih sayang (Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)

11. Memberi salam menghilangkan takabur (Baihaqi)

12. Mengucapkan Assalamu`alaikum mendapatkan 10 pahala,

Mengucapkan Assalamu`laikum warahmatullah mendapatkan 20 pahala,

Mengucapkan Assalmu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh mendapatkan 30 pahala

13. Lebih utama mengucapkan salam terlebih dahulu.(Abu Daud, Ahmad)

14. Aturan dalam mengucapkan salam :

* Yang kecil memberi salam kepada yang besar
* Yang berjalan kepada yang duduk
*Yang sedikit kepada yang banyak
*Yang berkendaraan kepada yang berjalan kaki. (Bukhari-Muslim).

15. Dianjurkan jangan memberi salam kepada orang yang non muslim terlebih dahulu.(Muslim)

16. Jika orang yang non muslim mengucapkan salam kepada kita, maka jawab denagan “Wa`alaikum” (Muslim,Ibnu Majah,Nasa-I)

17. Tidak diperbolehkan mengucapkan salam dengan kalimat “`Alaikassalam”, karena itu adalah salam yang diperuntukkan bagi orang yang mati,(Tirmidzi, Nasa`I)

18. Tidak diperbolehkan memberi salam dengan menggunakan cara yahudi dan nasara yaitu dengan melambaikan tangan dan memberi isyarat jari,(Tirmidzi,Dailami)

19. Diperbolehkan mencium tangan orang `alim dan terhormat (Abu Daud).

20. Tidak boleh menyambut orang yang datang deangan cara berdiri langsung dari duduk.(Tirmidzi, Ibnu Majah).

21. Bila diberi salam melaui seseorang, maka menjawabnya dengan “`Alaika wa`alaihissalam”.(Tirmidzi, Ahmad,Abu Daud)

22. Sunnah berjabat tangan.(Bukhari)

23. Dua orang muslim yang berjabat tangan akan diampunkan dosanya oleh Allah swt sebelum mereka berpisah.(Tirmidzi,Ahmad,Abu Daud)

24. Berjabat tangan dengan tangan kanan, bukan dengan tangan kiri, kecuali udzur (Hakim)

25. Disunnahkan berangkulan. (Tirmidzi)

26. Disunnahkan agar selalu memberi salam ketika memasuki rumah dan keluar rumah, baik di rumah sendiri atau di rumah orang lain, walaupun rumah itu kosong. (Baihaqi)

27. Memasuki rumah dengan mengucapkan salam akan membawa berkah Allah swt di dalamnya. (Tirmidzi)

28. Dianjurkan memberi salam ketika memasuki majlis dan ketika meninggalkannya. (Thabrani, Baihaqi).

29. Hendaklah memberi salam dengan suara yang keras sehingga cukup terdengar.

30. Menjawab salam adalah wajib, yaitu : وَعَلَيْكُـمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَاتـُهُ .

31. Sunnah berjabat tangan sambil berdo`a : يَغْـفِرُ الله ُ لَنـَا وَلَـكُـمْ .

32. Ketika berangkulan, baca do`a : اَللَّـهُـمَّ صْرَحْ صُـدُوْرَنـَا لِلاِْسْلاَمِ .

33. Para sahabat r.hum jika berjumpa satu sama lain, maka mereka akan berjabat tangan dan jika pulang dari perjalanan jauh mereka akan berpelukan.

34. Laki-laki tidak boleh berjabat tangan dengan perempuan yang bukan muhrimnya, begitu pula sebaliknya. (Al-Qur an, Hadits)

35. Rasulullah saw biasanya jika berjabat tangan menunggu dilepas jabatan tangannya, bukan Rasulullah saw yang melepaskan.

36. Disunnahkan agar mengantarkan tamu yang akan pulang hingga sampai ke pintu. Setiap tamu yang akan pulang Rasulullah saw akan mengantarkannya sampai ia keluar rumah (Ibnu Majah).

37. Jangan memalingkan muka dari orang yang menyalami kita. Rasulullah saw tidak pernah memalingkan muka dari orang yang disalaminya.

38. Rasulullah saw biasanya jika menyapa seseorang yang tidak diketahui namanya, maka Rasulullah saw akan memanggil dengan nama “Wahai Ibnu Abdullah”.

39. Berjabat tangan tidak cukup hanya dengan bersentuhan satu jari, tetapi saling memegang telapak tangan dengan kuat (Hakim)

ADAB BERTAMU DAN MENERIMA TAMU

1. Tamu membawa rizkidan kepulangannya membawa ampunan bagi tuan rumah.

2. Sejelek-jeleknya suatu kaum adalah yang tidak menghormati tamunya.

3. Jangan menunggu sampai tamu datang, sebaiknya kita memasak makanan,kemudian mengundang orang untuk datang makan bersama kita.

4. Tidak ada kebaikan seseorang yang tidak dikunjungi tamu. Sepatutnya merasa sedih jika dalam jangka sekian lama tidak ada tamu yang berkunjung kepada kita.

5. Hak seorang tamu untuk dilayani adalah selama 3 hari. Selama itu tuan rumah dianjurkan agar menghormati dan melayani tamu dengan sebaik-baiknya. Lebih dari 3 hari pelayanan kita dianggap sebagai sedeqah.

6. Jangan sekali-kali menyusahkan tamu, disunnahkan agar melayani keinginan tamu.

7. Disunnahkan bagi tuan rumah agar menemani tamu makan.

8. Bila tamu akan pulang maka disunnahkan bagi tuan rumah untuk mengantarkannya sampai ke pintu rumah.




Bagi yang bertamu :

1. Makanlah apa yang dihidangkan, jangan meminta sesuatu yang tidak dihidangkan.

2. Jika akan puasa ( puasa sunat ataupun selain bulan Ramadhan )hendaknya meminta izin dulu dari tuan rumah.

3. Jika sedang berpuasa selain Ramadhan, puasa nazar atau qadha, maka sebaiknya berbuka, jika bertamu kemudian dihidangkan makanan oleh tuan rumah.

4. Dianjurkan agar jangan menjadi imam sewaktu shalat berjamaah, jika sedang bertamu di tempat orang lain.

Undangan Makan :

1. Disunnahkan agar datang menghadiri undangan, jika diundang. (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad )

2. Jika ada dua undangan yang kita terima, maka hadirilah yang terdekat dengan pintu rumah kita. (Abu Daud, Ahmad).

3. Jangan datangi suatu acara jika tidak diundang oleh tuan rumah. (Abu daud).

4. Boleh menghadiri undangan dengan menyertakan teman, walaupun teman itu tidak diundang. (Bukhari, Abu daud, Baihaqi).

5. Sebaikya janganmenghadiri undangan orang fasik atau undangan yang didalamnya ada kemaksiatan. (Thabrani, Baihaqi)

ADAB MENENGOK ORANG SAKIT

1. Keuntungan bagi orang yang menengok orang sakit adalah ia akan dijauhkan dari neraka sepanjang 7 tahun perjalanan. ( Abu Daud )

2. Pahala lainnya bagi orang yang menengok orang sakit adalah bila menengoknya di pagi hari maka 70.000 malaikat akan mendo`akan maghfirah untuk si penengok sampai sore hari dan jika menengoknya di sore hari maka 70.000 malaikatakan mendo`akan mahgfirah sampai pagi hari.

3. Disunnahkan agar berwudhu dahulu sebelum menengok orang sakit, Rasulullah saw melakukannya setiap mau menengok orang sakit.(Abu Daud)

4. Membezuk saudara kita yang sakit hendaklah dengan hati yang benar-benar ikhlash semata-mata karena Allah swt. ( Abu Daud). Jangan membezuk dikarenakan mengharap sesuatu selain Allah swt, baik karena jabatan, misalkan yang sakit adalah bos atau pimpinan kita, ataupun karena meresa tidak enak pada keluarga yang sakit..

5. Sebaiknya pergi menjenguk orang yang sakit dengan jalan kaki. Rasulullah saw biasanya menjenguk orang yang sakit tidak mengendarai unta ataupun keledainya. (Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud). Ini tergantung pada keadaan kita, tidak ada salahnya pergi membezuk dengan menaiki kendaraan, jika keadaan tidak memungkinkan, yang jelas dengan berjalan kaki memberikan nilai yang tersendiri bagi yang melakukannya.

6. Dibolehkan membezuk orang non muslim yang sedang sakit.(Bukhari, Nasa`I, Abu Daud ). Hal ini semata-mata untuk tujuan da`wah, dengan harapan dengan kita menjenguknya ketika sakit menunjukkan akhlak kita sebagai muslim.

7. Dibolehkan membzuk orang yang sakit berulang kali. Rasulullah saw kadang-kadang membezuk orang yang sakit lebih dari satu kali.(Bukhari, Muslim, Nasa`I)

8. Disunahkan agar mendo`akan kesembuhan bagi sisakit.(Bukhari), Do`anya :

اَلَّهُـمَّ رَبَّ النَّـاسَ اَذْهَبِ الْبَأ ْسـَاءَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّـافِى لاَشِفـَاءَ اِلاَّ شِـفَـاءُكَ شِـفَـاءً لاَ

يُقَـادِرُ سَقَـمـَا .

“Hilangkanlah penderitaan wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah, karena Engkaulah

Dzat yang menyembuhkan. Tidak ada penyembuh kecuali penyembuh-Mu, penyem-

Buh yang tidak meninggalkan penyakit.” (Bukhari).

9. Disunnahkan agar membacakan sutah Yasiin kepada yang sakit, jika sudah terlalu parah. Sebagian riwayat menyatakan bahwa surat Yasiin bisa dijadikan sebagai penyembuh bila dibacakan di atas orang yang sakit.(Nasa`I, Ibnu Majah, Abu Daud ).

10. Sebaiknya duduk dekat si sakit dengan menyertakan kepedihan kita atas musibah yang menimpanya. (Bukhari, Muslim, Nasa`I). Tidak baik menengok orang sakit dengan menampakkan rasa senang atas penyakit yang dideritanya atau kita tidak mengambil peduli dengan sakitnya.

11. Ketika menengok jangan lupa menasehati yang sakit agar bersabar dalam menghadapi penderitaannya. (Bukhari,Muslim, Nasa`I).

12. Dianjurkan agar membuat makanan dan membawanya untuk yang sakit dan keluarganya. (Bukhari, Muslim, Ibnu Majah).

13. Jika sedang membezuk, kemudian tiba waktu shalat.\, maka sebaiknya shalat dengan berjamaah.

14. Yang menengok hendaknya mengucapkan kepada yang sakit :

لاَبَـأ ْسَ, طَـهُـوْرًا اِنْ شـَاءَالله َ .

“ Tidak apa-apa, InsyaAllah yang kamu alami adalah membersihkan jiwamu.”

Perkara tersebut disamping akan menghibur hati si sakit sekaligus jiga sebagai do`a

Kita untuknya.

15. Disunnahkan agar meletakkan tangan di atas dahi yang sakit sambil mendo`akan kesembuhannya.

16. Jangan sekali-kali membuat keributan atau kebisingan di dekat si sakit. Si sakit berhak menyuruh keluar orang yang menengoknya kapan saja bila ia tidak menyukai kedatangannya. (Bukhari)

17. Boleh membawa anak yang sakit kepada orang yang sholeh, ulama ataupun wali Allah untuk di do`akan oleh orang sholeh tersebut. (Bukhari).

ADAB BERMAIN, BERGURAU DAN HIBURAN

Permainan yang dibolehkan

1. Dibolehkan mengadakan perlumbaan :
* Balap unta
*  Balap kuda ( Rasulullah saw mempunyai kuda yang selalu menang dalam lomba)
*  Balap lari. ( Rasulullah saw biasa berlomba lari dengan `Aisyah r.ha, istrinya)
* Memanah
2. Dalam lomba di bilehkan memberikan hadiah kepada pemenang(Ahmad)
3. Dibolehkan bermain gulat. Rasulullah saw biasa bermain gulat dengan Rukanah (ketika itu belum masuk Islam). (Abu Daud).
4. Dibolehkan bermain anggar atau perang-perangan (Bukhari,Muslim)
5. Dibolehkan bersya`ir atau berpuisi selama tidak memuji manusia atau makhluk lainnya. Akan tetapi walaupun dibolehkan lebih baik diisi dengan membaca al-Qur an atau dzikrullah (Al-Qur an, Hadits)
6. Boleh bermain ayunan (Bukhari, Muslim, Nasa`I)

Permainan yang tidak dibolehkan

1. Tidak dibolehkan menyembunyikan barang orang lain baik hanya sekedar bermain-main apalagi sungguhan.(Abu Daud)
2. Jangan sekali-kali mengejutkan atau membuat kaget orang lain walaupun hanya bercanda ( Abu Daud)
3. Biasanya nyanyian akan menimbulkan kemunafikan dalam hati. Maka sebaiknya meninggalkan nyanyian yang akan melalaikan kita dari mengingat Allah swt.
4. Tidak diperbolehkan bermain seruling ataupun hanya mendengarkannya. Disunnahkan jika mendengar suara seruling agar menutup telinga. Rasulullah saw melarang memainkannya dan tidak suka mendengarkannya. (Abu Daud).
5. Jangan bermain yang laki-laki menyerupai wanita atau meniru seperti wanita atau sebaliknya. (Abu Daud).
6. Tidak diperbolehkan bermain dadu, halma, ular tangga dan sejenisnya. Rasulullah saw telah melarang bermain denagannya. (Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud).
7. Tidak dibolehkan bermain catur (Tirmidzi, Ahmad)
8. Jangan bermain di tempat pemandian yang didalamnya bercampur antara laki-laki dan perempuan.(Abu Daud, Ibnu Majah).
9. Diharamkan berbohong walaupun dalam bercanda atau bergurau. Celaka bagi seseorang yang senagaja berdusta agar orang-orang tertawa (Bukhari, Muslim).

TANDA – TANDA HIDAYAH ADA DALAM DIRI KITA

1. Merasa menjadi hamba ( rendah hati )
2. Jalan pada amalan ( Basiroh )
3. Tujuan hidup untuk akhirat

Kata Maulana Ilyas harus ada niat : Seluruh hidup, seluruh harta, seluruh diri untuk Allah swt.

Supaya Allah swt tetapkan hidayah :
1. Jangan lihat keburukan orang lain dan lelaki yang bukan mahram.
2. Untuk ishlah : Semua perintah Allah swt anggaplah belum tahu dan beru mendengar.
3. Ada fikir, ada risau seperti Rasulullah saw,
*Bagaimana umat sekarang
*Bagaimana amalan Rasulullah saw hidup di seluruh alam.
*Bagaimana usaha nabi hidup di seluruh alam.

Untuk dapatkan ini hendaklah maksud Nabi menjadi maksud hidup kita.
*Kita hidup untuk Da`wah, Da`wah sampai mati, Mati dalam Da`wah.

Asbab turunnya Hidayah :
1. - Talab / rasa ingin tahu
- Perintah Allah swt (mujahadah) / hijrah
- Amalkan sunnah Rasul
- Ikram
2. Ikut Sunnah : Pakaian, Kelakuan, perjalanan ( da`wah, taqbir )
3. Mujahadah terbagai 3 :
*Mujahadah badani, hendaknya kurangi makan, minum, rehat / tidur dll.
*Mujahadah Nais, hendaklah banyak shalat, ibadah-ibadah sunah.
*Mujahadah kubra, dari gangguan syaitan manusia dan syetan iblis, sabar dan tabah atas desakannya.

KELEBIHAN ORANG YANG AMALKAN SUNNAH RASULULLAH SAW

Orang yang dalam hidupnya mengamalkan sunnah-sunnah Rasulukkah saw sejak ia bangun tidur sampai tidur kembali, maka orang tersebut akan mendapatkan 4 keuntungan di dunia dan 4 keuntungan akhirat.

4 keuntungan di dunia :
1. Dia disayangi orang di dunia
2. Dia ditakuti musuh / syetan
3. Hidup akan diberkahi
4. Agama tidak akan tercemar.

4 Keuntungan di Akhirat :
1. Dikubur kita mengenal wajah Rasulullah saw
2. Rasulullah saw memberisa syafaat pada orang yang selalu hidupkan sunnah
3. Rasulullah saw mengenal kita di padang mahsyar
4. Bertetangga deangan Rasulullah saw

Kelebihan Sunnah :
1. Dalam sunnah ada kejayaan
2. Mempunyai daya kekuatan luar biasa
3. Dapat sifat ikram
4. Sunnah perbuatan kita telah mentauhidkan Allah swt
5. Mempunyai nur ( memberi hidayah pada rang lain )

Kelebihan orang yang memakai purdah / hijab :
1. Allah swt tingkatkan nur wajah 13 x ganda dari wajah asli.
2. Di akhirat Allah swt akan tingkatkan kecantikannya 70 x ganda dari kecantikan bidadari La aiba. Seorang bidadari yang Allah swt ciptakan dengan tangan-Nya sendiri
3. Di surga ada pasar hari Jum`at, orang semua pergi menjumpai Allah swt, tetapi orang yang pakai purdah di dunia ditemui Allah swt lagsung ke kamar- kamarnya.

5 fardhu atas wanita :
1. Kekal dalam iman
2. Hijab ( kecuali bersama muhrim )
3. Jaga kehormatan / harta suami
4. Layani suami
5. Rendahkan suara

2 fardhu atas laki-laki :
1. Kekal dalam iman
2. Tutup aurat dari pusat ke lutut

Turun Hidayah melalui :
1. Mujahadah
2. Hijrah
3. Amalkan sunnah
4. Ikrom

Cuci 4 Perkara dengan 4 perkara :
1. Cuci wajah dengan air mata
2. Cuci lidah dengan dzikir
3. Cuci hati dengan taqwa
4. Cuci dosa dengan taubat

4 Kebaikan mulut :
1. Diam
2. Senyum
3. Dzikir
4. Da`wah

Seseorang sampai kepada Allah swt melalui :
1. Makan ketika telah lapar
2. Tidur ketika sudah mengantuk
3. Bicara ketika sangat perlu

5 Perkara yang timbul dari menghidupkan usaha da`wah :
1. Muhabbah / kasih sayang
2. `Izzah / kehebatan Islam
3. Do`a makbul
4. Semua makhluk khidmat untuk orang Islam
5. Orang kafir jadi hamba orang Islam

Banyak tertawa akan menyebabkan
1. Keras hati
2. Hilang nur
3. Bunuh kekuatan rohani
4. Lupa pada Allah swt

Template by:

Free Blog Templates